Welcome to My Website

PUASA.... PUASA.... mari kita PUASA...
kata PUASA jangan dipenggal menjadi PUAS AH... kalau kata puasa dipenggal seperti itu,maka sama aja tidak puasa. Puasa berati menahandiri dari makan dan minum dari fajar sampai terbenamnya matahari. Tidak hanya itu, puasa juga berarti menahan hawa nafsu yang tidak baik. jika puasa diartikan PUAS AH.... maka bukan menahan, malah akan memuaskan.... jadi PUASALAH....
Tampilkan postingan dengan label LEGEND. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LEGEND. Tampilkan semua postingan

9.09.2009

Tangkuban Perahu

Di Jawa Barat tepatnya di Kabupaten Bandung terdapat sebuah tempat rekreasi yang sangat indah yaitu Gunung Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu artinya adalah perahu yang terbalik. Diberi nama seperti karena bentuknya memang menyerupai perahu yang terbalik. Konon menurut cerita rakyat parahyangan gunung itu memang merupakan perahu yang terbalik. Berikut ini ceritanya.

Beribu-ribu tahun yang lalu, tanah Parahyangan dipimpin oleh seorang raja dan seorang ratu yang hanya mempunyai seorang putri. Putri itu bernama Dayang Sumbi. Dia sangat cantik dan cerdas, sayangnya dia sangat manja. Pada suatu hari saat sedang menenun di beranda istana, Dayang Sumbi merasa lemas dan pusing. Dia menjatuhkan pintalan benangnya ke lantai berkali-kali. Saat pintalannya jatuh untuk kesekian kalinya Dayang Sumbi menjadi marah lalu bersumpah, dia akan menikahi siapapun yang mau mengambilkan pintalannya itu. Tepat setelah kata-kata sumpah itu diucapkan, datang seekor anjing sakti yang bernama Tumang dan menyerahkan pintalan itu ke tangan Dayang Sumbi. Maka mau tak mau, sesuai dengan sumpahnya, Dayang Sumbi harus menikahi Anjing tersebut.

Dayang Sumbi dan Tumang hidup berbahagia hingga mereka dikaruniai seorang anak yang berupa anak manusia tapi memiliki kekuatan sakti seperti ayahnya. Anak ini diberi nama Sangkuriang. Dalam masa pertumbuhannya, Sangkuring se lalu ditemani bermain oleh seekor anjing yang bernama Tumang yang dia ketahui hanya sebagai anjing yang setia, bukan sebagai ayahnya. Sangkuriang tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan dan gagah perkasa.



Pada suatu hari Dayang Sumbi menyuruh anaknya pergi bersama anjingnya untuk berburu rusa untuk keperluan suatu pesta. Setelah beberapa lama mencari tanpa hasil, Sangkuriang merasa putus asa, tapi dia tidak ingin mengecewakan ibunya. Maka dengan sangat terpaksa dia mengambil sebatang panah dan mengarahkannya pada Tumang. Setibanya di rumah dia menyerahkan daging Tumang pada ibunya. dayanng Sumbi yang mengira daging itu adalah daging rusa, merasa gembira atas keberhasilan anaknya.
Segera setelah pesta usai Dayang Sumbi teringat pada Tumang dan bertanya pada pada anaknya dimana Tumang berada. Pada mulanya Sangkuriang merasa takut, tapa akhirnya dia mengatakan apa yang telah terjadi pada ibunya. Dayang Sumbi menjadi sangat murka, dalam kemarahannya dia memukul Sangkuriang hingga pingsan tepat di keningnya. Atas perbuatannya itu Dayang Sumbi diusir keluar dari kerajaan oleh ayahnya. Untungnya Sangkuriang sadar kembali tapi pukulan ibunya meninggalkan bekas luka yang sangat lebar di keningnya.Setelah dewasa, Sangkuriang pun pergi mengembara untuk mengetahui keadaan dunia luar.


Beberapa tahun kemudian, Sangkuriang bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik. Segera saja dia jatuh cinta pada wanita tersebut. Wanita itu adalah ibunya sendiri, tapi mereka tidak saling mengenali satu sama lainnya. Sangkuriang melamarnya, Dayang Sumbi pun menerima dengan senang hati. Sehari sebelum hari pernikahan, saat sedang mengelus rambut tunangannya, Dayang Sumbi melihat bekas luka yang lebar di dahi Sangkuriang, akhirnya dia menyadari bahwa dia hampir menikahi putranya sendiri. Mengetahui hal tersebut Dayang Sumbi berusaha menggagalkan pernikahannya. Setelah berpikir keras dia akhirnya memutuskan untuk mengajukan syarat perkawinan yang tak mungkin dikabulkan oleh Sangkuriang. Syaratnya adalah: Sangkuriang harus membuat sebuah bendungan yang bisa menutupi seluruh bukit lalu membuat sebuah perahu untuk menyusuri bendungan tersebut. Semua itu harus sudah selesai sebelum fajar menyingsing.


Sangkuriang mulai bekerja. Cintanya yang begitu besar pada Sangkuriang memberinya suatu kekuatan aneh. Tak lupa dia juga menggunakan kekuatan yang dia dapat dari ayahnya untuk memanggil jin-jin dan membantunya. Dengan lumpur dan tanah mereka membendung air dari sungai dan mata air. Beberapa saat sebelum fajar, Sangkuriang menebang sebatang pohon besar untuk membuat sebuah perahu. Ketika Dayang Sumbi melihat bahwa Sangkuriang hampir menyelesaikan pekerjaannya, dia berdoa pada dewa-dewa untuk merintangi pekerjaan anaknya dan mempercepat datangnya pagi.

Ayam jantan berkokok, matahari terbit lebih cepat dari biasanya dan Sangkuriang menyadari bahwa dia telah ditipu. Dengan sangat marah dia mengutuk Dayang Sumbi dan menendang perahu buatannya yang hampir jadi ke tengah hutan. Perahu itu berada disana dalam keadaan terbalik, dan membentuk Gunung Tangkuban Perahu(perahu yang menelungkub). Tidak jauh dari tempat itu terdapat tunggul pohon sisa dari tebangan Sangkuriang, sekarang kita mengenalnya sebagai Bukit Tunggul. Bendungan yang dibuat Sangkuriang menyebabkan seluruh bukit dipenuhi air dan membentuk sebuah danau dimana Sangkuriang dan Dayang Sumbi menenggelamkan diri dan tidak terdengar lagi kabarnya hingga kini.

6.17.2009

Why do Mosquitoes buzz?


To begin the story, let me to tell you that a long time ago, mosguitoes didn’t buzz, they talked and talked. Then one daya when one of them talked to an Iguana and didn’ let the iguana say one word. The Iguana just grumbled and waved her tail until she fofgot to say hello to her friends a snake. After that, everything was in a mess. The snake was so angry that he made a rabbit, a monkey, a crow, and an owl get fightened. Finally, the whole jungle was mad at the mosquito and cried for the Sun to come up and when it did, the mosquito lost hir voice.
(Adapted from : Look Ahead 2)

Why Do Hawks Hunt Chicks?


One upon time, a hawk fell in love with a hen. The hawk flew down from the sky and asked the hen, “Will you marry me?”

The hen loved the brave, strong hawk and wished to marry him. But she said, “I can not fly as hight as you can. If you give me time, I may learn to fly as hight as you. Then we can fly together.”

The hawk agreed. Before he went away, he gave the hen a ring. “This is to show that you have promised to marry me,” said the hawk.

It so happened that the hen had already promised to marry a rooster. So, when the rooster saw the ring, he became very angry. “Throw that ring away at once!” shouted the rooster. The hen was so fightened at the rppster’s anger that she threw away the ring immediately.

When the hawk came a few months later, the hen told him the truth. The hawk was so furious that he cursed the hen, “Why didn’t you tell me earlier? Now, you’ll always be scratching the earth, and I’ll always be flying above to catch your children,” said the hawk.

(Adapted from : Look Ahead 2)


5.20.2009

Si Kancil , Pak Tani, Anjing dan Gajah

Pada zaman dahulu ada seorang Pak Tani timun yang kaya. Ia mempunyai sehektar sawah yang sebagian ditanaminya timun. Pada suatu hari ia pergi ke sawah untuk melihat timunnya. Ia sangat senang karena ia melihat timun-timunnya besar-besar. Ia yakin bahwa ia akan mendapat panen yang melimpah tahun ini. Karena Pak Tani melihat timunnya segar dan tidak terserang hama iapun langsung pulang.
Beberapa saat kemudian Si Kancil lewat dekat sawah Pak Tani. Karena ia sangat lapar dan melihat timun-timun yang segar-segar, ia jadi ingin memakanya. Karena ia ketagihan dengan timun Pak Tani yang enak, setiap hari ia pergi kesana untuk memakan timun.
Tiga hari kemudian Pak Tani pergi ke sawah untuk melihat timun-timunnya. Ia sangat terkejut dan marah karena timun-tiunya banyak yang hilang. Ia tak tau siapa yang mencuri timunnya sampai keesokan harinya ia membuat tempat pengintaian untuk mengetahui siapa yang telah mencuri timun-timunnya. Ternyata Pak Tani berhasil menetahui bahwa yang mencuri timun-timunnya adalah Si Kancil. Ketika Si Kancil sedang menikmati timun yang dicurinya, Pak Tani keluar dari persembunyaiannya dan langsung mengejar Si Kancil. Karena Si Kancil sangat kaget dan takut, lalu ia berlari dengan sekuat-kuatnya untuk menghindari Pak Tani. Karena lari Si Kancil sangat cepat, Pak Tani tidak dapat mengejarnya.
Pak tani tidak dapat menunggui sawahnya terus menerus. Ia sangat bingung bagaimana agar timun-timunnya tidak dicuri Si Kancil. Kemudian Pak Tani mendapat sebuah ide yang sangat bagus. Ia membuat boneka dari jerami yang mirip dengannya lalu ia menaruhnya di sawah.
Saat hari pertama boneka itu dipasang, Si Kancil tidak berani mendekati timun-timun Pak tani karena ia mengira bahwa boneka itu adalah Pak Tani. Tetapi pada hari kedua Si Kancil curiga karena Pak Tani tidak berpindah tempat dan ganti baju. Lalu ia memberanikan diri untuk menggoda boneka itu, ia lewat didepan boneka tetapi tidak dikejar. Lalu ia yakin bahwa itu bukanklah Pak Tani. Karena Si Kancil sangat kesal kepada Pak Tani, ia menghancurkan boneka itu sebelum memakan timun-timun Pak Tani.
Keesokan harinya Pak Tani sangat marah dan bingung, harus dengan cara apa lagi Si Kancil itu dapat diusir. Kemudian Pak Tani mendapat ide yang sangat cemerlang. Ia berfikir pasti Si Kancil akan menghancurka boneka itu lagi jika diperbaiki. Jadi, ia melumuri sekujur bonekanya dengan lem yang sangat kuat. Ternyata dugaan Pak Tani benar. Ketika Si Kancil datang untuk makan timun, ia mencoba untuk menghancurkan boneka itu dengan tubuhnya. Tapi apa yang terjadi, dia malah lengket di boneka itu. Beberapa saat kemudian Pak Tani datang dan menangkap Si Kancil. Sebenarnya Si Kancil ingin melarikan diri tetapi lem di boneka itu menahannya. Kemudian Pak Tani membawanya pulang untuk di sembelih.
Sesampainnya di rumah Pak Tani memasukkan Si Kancil ke dalam sebuah kurungan. Si Kancil sangat bingung, pada akhirnya ia melihat anjing peliharaan paktani dan ia mendapatkan sebuah ide yang cemerlang. Ketika Pak Tani pergi ke dalam rumah untuk mengambil pisau untuk menyembelih Si Kancil, Si Kancil memanggil anjing itu dan berkata kepada anjing bahwa ia akan dinikahkan dengan anak Pak Tani. Anjing tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Si Kancil. Lalu Si Kancil berkata bahwa jika anjing itu mau menggantikan Si Kancil di dalam kurungan, maka anjing itu akan dinikahkan dengan anak Pak Tani. Lalu anjing bertanya kepada anjing kenapa Si Kancil tidak mau menikah dengan anak Petani. Si Kancil menjawab bahwa ia masih ingin sendiri untuk menikmati hidup. Anjing yang percaya dengan apa yang dikatakan oleh Si Kancil mau menggantikan Si Kancil di dalam kurungan.
Si Kancil dapat keluar dari kurungan tetapi pada saat yang bersamaan Pak Tani keluar dari rumah dengan membawa pisau. Melihat anjingnya yang di dalam kurungan dan Si Kancil berada di luar kurungan, Pak Tani langsung mengejar Si Kancil. Si Kancil berlari dengan kencang, Pak Tani tidak dapat mengejarnya. Ketika Si Kancil melompat untuk menghindari sebatang kayu yang besar ia terjebur ke dalam sebuah sumur. Pak Tani merasa lega dan kemudian meninggalkan Si Kancil itu di sana.
Kemudian ada seekor gajah yang lewat di dekat sumur itu dan ia melihat Si Kancil di dalam sumur itu dan bertanya kepada Si Kancil mrngapa ia berada di dalam sumur. Si Kancil dengan cerdik menjawab bahwa ia takut karena sebentar lagi langit akan runtuh. Gajah menjadi bingung dan berkata tidak ungkin langit seluas ini akan runtuh dan mengapa orang-orang tidak berlindung seperti Si Kancil itu. Si Kancil menjawab bahwa ia diberi tahu oleh malaikat bahwa hari itu langit akan runtuh dan menyuruh gajah untuk menemaninya jika tidak ingin mati. Gajah yang ketakutan ikut masuk ke dalam sumur. Setelah gajah masuk Si Kancil meminta gajah untuk menaikkan Si Kancil agar dapat keluar dari sumur karena Si Kancil ingin melihat apa yang terjadi di luar. Setelah Si Kancil berhasil keluar, ia pergi meninggalkan gajah di dalam sumur itu.

4.24.2009

Kenapa Ayam Tidak Dapat Terbang Tinggi ?

Pada zaman dahulu kala, bukan saja ayam tidak dapat terbang, tetapi elangpun juga tidak dapat terbang. Pada saat itu elang dan ayam hidup berdampingan dengan rukun. Elang yang kakinya pendek dan kecil tidak kuat mengikuti ayam yang kakinya lebih panjang dan lebih besar. Elang tidak patah semangat, ia mencari cara untuk dapat menyusul ayam.
Sampai pada suatu hari elang bertapa di sebuah gua yang angker. Di gua itu elang mendapatkan sebuah jarum emas. Jika jarum itu digunakan untuk menjahit sayap elang maupun ayam maka sayap mereka akan dapat terbang di udara. Élan sangat senang dengan hal itu, kemudian ia langsung menjahit sayapnya dengan jarum itu. Sungguh mentakjubkan setelah selesai menjahit sayapnya, elang dapat terbang tinggi di udara. Lalu ia mengejar ayam.

Ketika ia telah berhasil menemukan ayam, ayam sangat terkejut melihat elang yang dapat terbang bebas di udara. Ayam yang ingin dapat terbang seperti elang, meminta elang untuk mengajari elang. Lalu elang memberi tahu kepada ayam kenapa ia dapat terbang, dan iapum meminjamkan jarum emas ajaib itu kepada ayam. Sementara ayam masih menjahit sayapnya, elang pergi untuk jalan-jalan.
Karena sifat ayam yang tak sabar, ketika sayapnya baru terjahit separuh ayam langsung mencoba untuk terbang. Sungguh mentakjubkan, ayampun dapat terbang tetapi baru dapat melewati pagar saja. Ayam sangat senang karena ia dapat terbang. Ia ingin terbang seperti elang, kemudian ia melanjutkan menjahit sayapnya. Tapi apa yang didapatinya, ketika ia hendak meneruskan untuk menjahit sayapnya, ia tidak dapat menemukan jarum emas ajaib itu. Dia mencarinya kemana-mana tetapi ia tidak menemukannya.
Elang yang ingin mengambil jarunm emasnya menghampiri ayam. Tapi apa yang ditemui elang, ia sangat terkejut dan sangat marah kepada ayam. Kemudian elang berjanji kepada ayam bahwa ia akan terus memangsa anak ayam, dan tidak akan berhenti memangsa anak ayam sebelum ia mendapatkan jarum emas ajaib itu. Ayam yang tak inggin anak-anaknya menjadi mangsa elang, mencoba mencari jarum emas ajaib itu sampai sekarang.


Pengikut

VISITORS

  © Blogger templates style The Original Template by astomshed.blogspot.com 2009

Back to TOP